All for Joomla All for Webmasters

Jelajah Putri Hijau : Deli Tua

Setelah melakukan jelajah Tanah Karo dalam proses riset PUTRI HIJAU, Senin kemarin Tim Artistik Aron tiba di Deli Tua. Tim Artistik dibantu oleh seorang mahasiswa Unimed Hendra Tarigan mengawali penelitian di Pancur Gading, yang disebut-sebut dahulu tempat pancurannya PUTRI HIJAU. Pancur Gading terdiri dari 2 lokasi pancuran. Pertama paling depan disebut sebagai pancurannya bala tentara PUTRI HIJAU. Sedang di belakang terdiri dari 3 pancuran yang difilosofikan sebagai pancuran Telu Sada Nioga (Tiga bersaudara PUTRI HIJAU, MERIAM, dan NAGA).

Di pancuran tersebut terlihat banyak sesajen yang tidak hanya sesajen khas Karo seperti rokok dan sirih, namun juga dupa/hio yang biasa dipakai agama Budha dan Hindu. Bahkan bersamaan dengan datangnya Tim Artistik di Pancuran itu, beberapa orang sedang melakukan doa dan minta keberuntungan nomor togel alias toto gelap!

Tim Artistik melakukan pengambilan gambar di seputaran pancuran. Selain itu Tim juga mewawancara Nande Ginto br Ginting dan Sem Ginting yang menjadi Juru Kunci Pancur Gading. Di depan Pancur Gading ada sebuah Uruk (bukit) kecil tempat SANG PUTRI mengeringkan rambutnya yang panjang.

Tim Artistik juga melanjutkan penelitian ke Benteng PUTRI HIJAU yang kini dibangun menjadi perumahan.Beberapa penjaga kedai di warung sekitar lokasi pembangunan perumahan itu menyambut Tim dengan tidak ramah dan menolak memberi keterangan.

Tim Artistik beranjak menuju Deli Tua Kuta untuk melihat lebih dekat lagi lokasi Benteng Putri Hijau. Di Deli Tua Kuta Tim disambut oleh Anto Perangin-angin. Anto menyebutkan Desember lalu dia menemukan sebuah kendi dari tanah di sekitaran Benteng. Yang anehnya, saat dia menemukan kendi itu, esok paginya di ruang rumahnya terlihat masuk ikan badau yang kini dipelihara karena dianggap keramat. Anto kemudian menghadiahkan Tim Artistik pecahan kendi sebagai bagian peninggalan sejarah kerajaan Haru.

Setelah itu Tim Artistik bergerak ke Medan.

“Besok kita akan ke Istana Maimon untuk menemui NINI MERIAM di depan istana itu. Selain itu kita juga ingin berbicara dengan beberapa tokoh Melayu disana. Sorenya kita akan berbicara langsung dengan PUTRI HIJAU,” kata pimpinan Tim Artistik Joey Bangun. Menurut Joey pembicaraan langsung dengan SANG PUTRI akan dilakukan dengan seorang Mediator yang bertempat di sekitaran Pasar Baru Medan.

“Semuanya direkam dalam video dan foto. Semuanya akan menjadi bukti sejarah suatu saat nanti,” kata Joey Bangun sambil menunjukkan peralatan kamera, tripod, alat perekam, teropong, dan beberapa perlengkapan lain yang dijinjing dalam tas ranselnya.

 

1 Response
  1. Desta

    kak bagaimana caranya supaya bsa ikt meneliti keraajaan putri ijau ini?
    karna saya tertarik tentang sejarah budaya karo ini

Leave a Reply