All for Joomla All for Webmasters

Jelajah Putri Hijau : Karo

Tim Artistik Teater Aron sudah menyelesaikan riset PUTRI HIJAU di Tanah Karo. Dua tempat yang menjadi situs sejarah yang dikunjungi adalah Seberaya (tempat lahir PUTRI HIJAU) dan Sukanalu (tempat bersemayamnya NINI MERIAM Turang PUTRI HIJAU).

Tim Artistik di Tanah Karo terdiri dari 3 orang periset yaitu Joey Bangun (peneliti), Alexander Sembiring Gurky (asisten peneliti) yang kemudian bergabung dan dibantu oleh Eddy Surbakti (owner Radio Karo Access Global).

Awal perjalanan Tim Artistik diawali di desa Seberaya kecamatan Tiga Panah. Desa ini menjadi tempat lahir PUTRI HIJAU. Dibantu oleh Dwikora Sembiring Depari pewaris Tembut Gundala Asli Seberaya, Tim Artistik dipertemukan dengan tokoh adat Lahir Karo Sekali (Bp Asni). Pembicaraan dan proses pengambilan gambar dilakukan di sebuah kedai kopi milik bapa Asni ini. Di kedai kopi ini beberapa orang tua setempat membantu Tim Artistik memberikan masukan tentang cerita PUTRI HIJAU. Di desa ini pula terdapat rambut PUTRI HIJAU di rumah Jabu Rontang Taduken yang terdapat 24 Jabu.

Kemudian perjalanan dilakukan ke lokasi tempat pengadi-ngadin PUTRI HIJAU yang konon juga tempat turang sang PUTRI yaitu MERIAM dan NAGA. Di tempat ini Tim Artistik ini ditemani Bapa Asni, Nuel Karo Sekali, dan 2 orang kru tabloid Sora Sirulo. Perjalanan dilanjutkan ke gua yang menjadi tempat tinggal PUTRI HIJAU. Namun tempat ini tidak bisa tercapai dikarenakan tertimbun oleh longsor beberapa waktu lalu.

Di hari berbeda, perjalanan dilanjutkan ke Sukanalu, kecamatan Barus Jahe. Tim Artistik bertemu dengan Kelang Ginting Jawak yang dipercaya  menjadi juru kunci ingan NINI MERIAM. Dari informasi beliau, Tim Artistik memahami tentang cerita PUTRI HIJAU. Dari seijin beliau pula akhirnya Tim Artistik kembali esok harinya untuk bertemu dengan NINI MERIAM.

Tim Artistik tiba pada waktu dijadwalkan. Dengan bantuan Nini Bulang Kelang Ginting dan Kemberahennya akhirnya Tim bisa bertemu dengan NINI MERIAM dan bahkan anggota Tim Artistik Joey Bangun dan Alex Gurky bisa mengangkat tubuh NINI MERIAM yang konon hanya bisa diangkat oleh orang-orang berhati bersih. Dari pemberitahuan Bulang Ginting pula Tim Artistik sudah mendapat restu dari NINI MERIAM untuk mengadakan pertunjukan PUTRI HIJAU.

Orang-orang di Seberaya dan Sukanalu menyebut PUTRI HIJAU sebagai BERU PUTRI. Dia diagungkan, disucikan, sekaligus dikeramatkan. Tidak hanya orang Karo, orang diluar Karo bahkan  keturunan Kerajaan Melayu bertitel Tengku juga banyak mengunjungi situs sejarah ini.

 

Jelajah PUTRI HIJAU akan dilanjutkan ke DELI TUA dan ISTANA MAIMON.

2 Responses

Leave a Reply