All for Joomla All for Webmasters

Putri Hijau

SutradaraJoey Bangun
WaktuJumat & Sabtu, 16 & 17 Oktober 2009
LokasiGraha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta

Aktor

Mindy Silangit, Fredy Ginting, Dermawan Sinuraya, Dermawi Tarigan, Jose Rizal Manua, Petrus Barus, Surya Bangun, Andy Sitepu, Sandy Ginting, Melela Gayo, Andy Barus, Fransiska Sinuraya, Seniwati Ginting, Intan Tarigan, Irene Sinuraya, Sisca Bangun, Neni Sinulingga, Amandha Brahmana, Milla Perangin-angin, Mayang Perangin-angin, Lani Tarigan, Krismas Ginting, Kevin Bukit, Tasya Ginting, Christo Bukit, Kristina Bangun, Gabriela Tarigan, Ida Maria Sembiring, Josteka Marbun, Firman Kaban, Windy Ginting, Bana Tarigan, Ory Randal Barus

 

Cerita

PUTRI HIJAU Adalah kelahiran desa Seberaya Tanah Karo. Lahir dengan bersaudara kembar tiga. Yang sulung berwujud Naga, kedua seorang perempuan cantik, dan yang bungsu berwujud Meriam. Karena kelahiran yang tidak lazim ini ketiganya diusir dari desa kelahiran mereka. Ketiganya lalu meninggalkan Tanah Karo menuruni perbukitan hingga tibalah di Deli Tua.  Di tempat itu sudah ada kerajaan besar yang disebut Kerajaan Haru. Raja Haru yang melihat kedatangan sang Gadis langsung jatuh cinta dan kemudian mempersuntingnya menjadi permaisuri. Saudara laki-laki si Gadis yang berwujud Meriam dan Naga boleh tinggal di istana itu.

 

Suatu hari Sultan Aceh Al Qahhar  dari kerajaan Samudera Pasai berkunjung ke Haru. Dia terkejut melihat kecantikan Sang Permaisuri. Dia berhasrat untuk meminang sang Permaisuri. Konon saat dia tiba di Aceh, kecantikan sang Permaisuri masih berbayang-bayang berwarna hijau di langit. Itu sebabnya sang Sultan menyebut permaisuri itu sebagai PUTRI HIJAU.

 

Keinginan Sultan Aceh untuk melamar PUTRI HIJAU ditolak. Sang Sultan marah dan berhasrat untuk berperang dengan Haru agar bisa mendapatkan keinginannya. Pada saat peperangan terjadi, Raja Haru mati di medan perang. Sementara PUTRI HIJAU berhasil ditawan oleh tentara Aceh. Sewaktu ditawan dalam keranda di perjalanan ke Aceh, sang Naga saudaranya mengambil PUTRI HIJAU lalu membawanya ke laut hingga tenggelam menghilang.

 

Sedangkan saudara PUTRI HIJAU yang lain, sang Meriam terus menembaki tentara Aceh. Karena panas akhirnya Meriam meledak. Ledakannya itu mengakibatkannya pecah dua. Kepalanya terlempar ke Tanah Karo kampung halamannya. Sedang bagian bawahnya terlempar ke Medan. Sampai sekarang Meriam ini masih ada dan dikeramatkan.

 

Fenomena PUTRI HIJAU yang melibatkan suku Karo, Melayu, dan Aceh menjadi fenomena yang menyimpan misteri hingga kini. Namun ketiga etnis ini mengakui hikayat ini telah menjadi bagian dari peradaban budaya masing-masing.

Lakon

MINDY SILANGIT – PUTRI HIJAU

FREDY GINTING – NAGA

DERMAWAN SINURAYA – MERIAM

 

DERMAWI TARIGAN – MAHARAJA DIRAJA HARU

JOSE RIZAL MANUA – SULTAN SAMUDERA PASAI

JOEY BANGUN – SIBAYAK KARO SEKALI

 

PETRUS BARUS – PANGLIMA RAJA KEMBAT

SURYA BANGUN – PANGLIMA SERBANYAMAN

ANDY SITEPU – HULUBALANG ABDUL

SANDY GINTING – HULUBALANG LUKMAN

 

MELELA GAYO – PANGLIMA HAFIDZ

ANDY BARUS – PANGLIMA ARIF 

 

FRANSISKA SINURAYA – GURU SIBASO

SENIWATI GINTING – TENDI NURI-NURI

INTAN TARIGAN – TEKANG

IRENE SINURAYA – NANDE LOMPOH

 

SISCA BANGUN – JILENA

NENI SINULINGGA – HAMIDAH

AMANDHA BRAHMANA – SEKAR

MILLA PERANGIN-ANGIN – FEI YIN

MAYANG PERANGIN-ANGIN – SALIMAR

LANI TARIGAN-RENGGA

 

KRISMAS GINTING – FERDINAND MENDES PINTO

 

KEVIN BUKIT – NAGA KECIL

TASYA GINTING – PUTRI HIJAU KECIL

CHRISTO BUKIT – MERIAM KECIL

 

KRISTINA BANGUN – PENDUDUK SEBERAYA

GABRIELA TARIGAN –  ANAK SEBERAYA

IDA MARIA SEMBIRING – NONDONG

JOSTEKA MARBUN – PENDUDUK SEBERAYA

FIRMAN KABAN – LOPIGA

WINDY GINTING – ANAK SEBERAYA

BANA TARIGAN – TENTARA ACEH

ORY RANDAL BARUS – TENTARA ACEH

Staff Produksi

DEWAN PENASEHAT

PUSAT KESENIAN JAKARTA – TAMAN ISMAIL MARZUKI

ANTONIUS BANGUN

LETJEND (Purn) AMIR SEMBIRING

MAHA PRAMANA SURBAKTI

TARIGANU

NURDIN PANDIA

 

MANAJEMEN PRODUKSI

Penanggung Jawab Produksi        : JOEY BANGUN (Direktur Artistik Teater Aron)

Keuangan                                          : FRANSISKA SINURAYA

Marketing                                         : DEWI SILALAHI

HUMAS                                             : SISCA BANGUN

Artistik

Sutradara                                : JOEY BANGUN

Asisten Sutradara 1              : Fransiska Sinuraya

Asisten Sutradara 2              : Dermawan Sinuraya

Penata Musik                          : ALASEN BARUS

Penata Tari                             : ND SIGIT BR BANGUN     

Penata Artistik                        : CO’AN FERIANTO PURBA

Penata Kostum                       : YETTY SINULINGGA

Penata Rias                            : CARLIN TANIASARI

Penata Lampu                        : SONNY SUMARSONO

Penata Kamera                       : ANTHONY DEPARI

Fotografer                               : FAISAL TARIGAN