All for Joomla All for Webmasters

Repertoar Gundala Gundala

Seperti apakah sebetulnya repertoar tari GUNDALA GUNDALA yang akan akan dimainkan oleh komunitas seni pertunjukan Teater Aron? Menurut Sutradara Joey Bangun, sebetulnya repertoar yang dimainkan tidak berbeda dengan repertoar asli tari sakral topeng Karo itu. Hanya saja tari GUNDALA GUNDALA yang dimainkan di Solo International Performing Arts (SIPA) 2011 ini bersentuhan dengan tata artistik modern.

“Pertunjukan ini tidak hanya menampilkan tari Gundala Gundala saja, tapi juga ada dramaturgi. Kalau kita hanya menampilkan tari ini dengan standar aslinya mungkin sulit untuk diterjemahkan oleh masyarakat non Karo tentang ceritanya, ” jelas Joey Bangun. “Untuk orang awam, kebanyakan tari Gundala Gundala hanya dilihat dari bentuk visual topengnya saja, dan jarang memaknai ceritanya karena tidak dimengerti disebabkan tidak didukung oleh tata artistik.”

Untuk itu Teater Aron sudah menyiapkan artistik dekorasi bongkar-pasang yang akan dibawa dari Medan. Juga konsep pengerjaan tata cahaya/lighting dan visual effect yang akan disinkronkan dengan perlengkapan yang dipersiapkan panitia. Untuk musik, Teater Aron akan memainkan musik tradisi 5 sedalanen dengan sentuhan nuri-nuri yang menghantarkan setiap adegan per babaknya.

Bagaimakah dengan penari-penari yang akan memainkan Tari Topeng itu?

Penari-penari ini sudah dipilih berdasarkan kemampuan mereka. Saat ini sedang dipersiapkan pelatihan ritus topeng yang langsung dipimpin langsung oleh Sutradara Joey Bangun. Pelatihan ini dipusatkan di satu kawasan yang dirahasiakan di daerah Padang Bulan Medan.

“Kita memang sengaja tidak mengekspos tempat pelatihan tari ini karena kita memang sedang fokus. Lagipula untuk belajar ritus topeng diperlukan keseriusan meditasi untuk manifestasi roh topeng itu kepada pemakainya. Sehingga topeng itu kelak akan dihidupkan oleh pemain yang memakainya,” jelas Joey Bangun lagi.

Joey Bangun sendiri pernah belajar ritus topeng di Bali thn 2004 lalu. Ketika itu dia mengkhususkan diri belajar tari topeng Pajegan dan Sidhakarya. Lalu mentransformasi ritus topeng itu dengan topeng Karo dalam karyanya “Karo dibalik Topeng” yang pernah dipentaskan keliling di Bandung, Jakarta, dan Cibubur.

Siapakah yang akan memainkan GUNDALA GUNDALA ini?

“Masih kita rahasiakan,” tutur sang sutradara. “Mereka masih misterius dan memang tidak akan diekspos sampai pertunjukan di Solo nanti.”

Selain GUNDALA GUNDALA akan ditampilkan pula sebuah tarian wanita Karo yang akan menjadi pengantar setiap babak pertunjukan. Dalam khazanah tari Karo ini adalah inovasi baru karena sang pemain wanita akan menari dengan topeng berwajah wanita Karo. Topeng wanita Karo ini dibuat oleh Seniman Topeng Medan Winarto Kartupat.

Siapakah penari wanita yang akan memainkan tari topeng wanita Karo ini?

“Juga kita rahasiakan!” jelas Joey Bangun yang baru-baru ini menggarap drama spektakuler JUDAS yang dimainkan kelompok Opera Karo yang dipentaskan dalam Perayaan Paskah GBKP Klasis Medan sekitarnya yang ditonton lebih 3000 jemaat GBKP di Pardede Hall awal Juni lalu. Saat itu sutradara Joey Bangun membuat sensasi, yaitu menggunakan 2 jenis binatang pendukung dalam karyanya yaitu kuda dan merpati.

Apakah ada binatang yang akan mendukung tari GUNDALA GUNDALA ini?

“Ada. Si Manuk Si Gurda-Gurdi!” tutup Joey Bangun.

Update berita dan perjalanan Teater Aron di SIPA 2011 bisa disimak di : www.sipafestival.com

Leave a Reply