All for Joomla All for Webmasters

TENTANG KAMI

Profil Teater Aron

VISI

Berkarya, mengembangkan dan merealisasikan ide-ide kreatif seni pertunjukan dalam bentuk artistik kontemporer

MISI

Memperjuangkan pelestarian nilai-nilai seni tradisi agar tidak punah dan dicintai oleh generasi muda

Komunitas Seni Teater Aron adalah komunitas seni pertunjukan yang didirikan tanggal 5 Mei 2006 di Bandung hasil prakarsa oleh beberapa pemuda penggiat seni dengan kesadaran memperjuangkan nilai-nilai seni terutama nilai-nilai seni tradisi budaya.

 

Pemahaman nama Aron berasal dari bahasa Karo yang berarti komunitas pekerja. Filosofi nama Aron pada Teater Aron berarti komunitas pekerja yang tidak kenal lelah dalam pengembangan seni akting/teater. Teater Aron merupakan komunitas seni pertunjukan yang merealisasikan ide-ide kreatif dalam bentuk artistik kontemporer.

 

Pertama kali didirikan untuk mengikuti festival 7 bahasa 36 jam nonstop dalam rangka pemecahan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Produksi pertama adalah mementaskan drama GERTAK LAU BIANG karya Joey Bangun tanggal 5 Mei 2006. Kemudian keesokan harinya tanggal 6 Mei 2006 mementaskan WAITING FOR GODOT untuk memperingati 100 tahun penulis naskahnya Samuel Beckett dengan sutradara Joey Bangun. Kedua drama ini lalu mendapat anugerah rekor MURI dalam festival teater dengan menggunakan 7 bahasa dalam 36 jam nonstop.

 

Dalam setiap produksinya Teater Aron tetap mengusung nilai-nilai tradisi seni budaya Indonesia dalam estetika pertunjukan kontemporer. Sehingga nilai-nilai seni dan budaya yang hampir punah tetap lestari dan dicintai oleh generasi muda.

PERAIH REKOR MURI

Pelaksana Festival Drama dengan menggunakan 7 (tujuh) Macam Bahasa

Manajemen

Joey Bangun

Direktur Artistik